Pemeriksaan Imunoserologi : Fungsi dan Artinya

Pemeriksaan Imunoserologi : Fungsi dan Artinya | Askep kapukonline.com. Setelah sebelumnya posting ( Baca : Pemeriksaan Kimia Darah : Fungsi dan Artinya )

  1. Feritin
    Mengetahui cadangan besi dalam tubuh
  2. HBsAG
    Untuk mengetahui adanya infeksi virus Hepatitis B
    1. Jika HBsAG Positif: Terinfeksi virus Hepatitis B
    2. Jika HBsAG Positif selama lebih dari 6 bulan: Berarti pasien menderita Hepatitis B kronis; disarankan untuk rutin memeriksakan fungsi hati (SGOT, SGPT, Protein Total, Albumin, AFP) minimal 6 bulan sekali
  3. Anti HBs
    Untuk mengetahui adanya antibody / zat kekebalan terhadap virus Hepatitis B
    1. Pada penderita Hepatitis B, anti HBs positif merupakan tanda kesembuhan
    2. Pada pasien yang belum / sudah mmendapatkan vaksinasi Hepatitis B, jika anti HBs positif berarti pasien sudah mempunyai kekebalan terhadap infeksi virus Hepatitis B. Disarankan untuk rutin memeriksakan kadar anti HBs, jika kadar Anti HBs menurun, perlu diberikan vaksinasi ulang
    3. Jika HBsAg dan Anti HBs negatif: Pasien belum pernah terinfeksi dan belum mempunyai kekebalan terhadap infeksi Hepatitis B, disarankan untuk vaksinasi
  4. HBeAg
    Disarankan untuk diperiksa bila HBsAg positif. Bila HBeAg positif berarti penderita masih infeksius (Berpotensi menularkan virus Hepatitis B)
  5. HBV DNA
    Untuk mengetahui jumlah virus hepatitis B yang masih hidup: digunakan untuk memantau perjalanan penyakit dan terapi Hepatitis B
  6. Anti HCV
    Untuk mengetahui adanya antibody terhadap virus Hepatitis C. Anti HCV positif berarti pasien menderita Hepatitis C
  7. HCV RNA
    Untuk mengetahui jumlah virus Hepatitis C yang masih hidup, dipergunakan untuk memantau perjalanan penyakit dan terapi Hepatitis C
  8. Anti Dengue IgM dan IgG
    Untuk mengetahui adanya infeksi virus dengue, penyebab demam dengue / demam berdarah
  9. Anti Toxoplasma IgM
    Untuk mengetahu adanya infeksi akut dari Toxoplasma Gondii
  10. Anti Toxoplasma IgG
    Merupakan petanda adanya kekebalan terhadap infeksi Toxoplasma Gondii
  11. Anti CMV IgM
    Untuk mengetahui adanya infeksi akut dari CMV (Cytomegalovirus)
  12. Anti CMV IgG
    Merupakan petanda adanya kekebalan terhadap infeksi CMV (Cytomegalovirus)
  13. Anti Rubella IgM
    Untuk mengetahui adanya infeksi akut dari virus Rubella
  14. Anti Rubella IgG
    Merupakan petanda adanya kekebalan terhadap infeksi Rubella
  15. AntiHSV2 IgM
    Untuk mengetahui adanya infeksi akut dari virus Herpes Simpleks tipe 2
  16. Anti HSV2 IgG
    Merupakan petanda adanya kekebalan terhadap infeksi virus Herpes Simpleks tipe 2
  17. VDRL, TPHA
    VDRL dan TPHA merupakan tes skrining / penapis untuk mengetahui adanya penyakit sifilis

Pemeriksaan | Imunoserologi | Feritin | HBsAG | Hepatitis B | Anti HBs | HBeAg | HBV DNA | Anti HCV | HCV RNA | IgM | IgG | CMV | HSV2 | VDRL | TPHA |

Posting berlanjut dengan ( Baca : Pemeriksaan Petanda Tumor dan Pemeriksaan lain : Fungsi dan Artinya )

Demikian posting tentang Pemeriksaan Imunoserologi : Fungsi dan Artinya, semoga bermanfaat...

Post a Comment

Back To Top