Leaflet Hepatitis B

Leaflet Hepatitis B

kapukonline.com | Up-date Askep / Asuhan Keperawatan Leaflet Hepatitis B - LEAFLET. Posting berkaitan erat dengan ( Baca : Askep / Asuhan Keperawatan Hepatitis dan Askep / Asuhan Keperawatan Cherosis Hepatis )

HIDUP BAHAGIA DENGAN HEPATITIS B

TENTANG HEPATITIS B

Hepatitis B merupakan salah satu jenis infeksi yang paling banyak diderita manusia, menyerang hati dan disebabkan oleh Heptitis B Virus (HBV). HBV dapat ditularkan melalui darah dan produk darah, hubungan kelamin, penggunaan jarum suntik yang tercemar HBV serta penularan dari ibu yang menderita hepatitis B kepada bayinya saat proses kelahiran.

Hepatitis cepat menyebar karena orang yang mengidap hepatitis B sering tidak menyadarinya, dan secara tidak sengaja menularkannya kepada orang lain yang kontak erat dengannya.

HEPATITIS B KRONIS

Virus hepatitis B terdapat dalam darah dan hati pengidap hepatitis B. Sebagian besar pasien berhasil sembuh sempurna. Akan tetapi, pada sebagian besar pasien (±10% orang dewasa dan 80% anak yang terinfeksi pada umur kurang dari 1 tahun), virus tidak dapat dieliminasi secara sempurna. Dalam darah dan hatinya tetap terdapat virus, meskipun kadang tanpa disertai gejala apapun. Di seluruh dunia terdapat sekitar 400 juta manusia pengidap kronik hepatitis B.

Problem pada hepatitis B kronik adalah terdapatnya kemungkinan pada sebagian penderita untuk berkembang manjadi serosis hati atau kanker hati beberapa tahun setelah terinfeksi, serta kemungkinan untuk tidak secara sengaja menularkannya kepada orang lain. Tetapi penderita diharapkan untuk tetap optimis dan dapat menjalani hidup dengan bahagia, dengan menjaga kesehatannya secara keseluruhan dan memperhatikan hal-hal berikut.

MEMAHAMI HASIL PEMERIKSAAN ANDA

Seseorang disebut mengidap hepatitis B kronis bila HbsAg tetap positif selama 6 bulan atau lebih, menandakan adanya virus dalam tubuhnya.

Derajat infeksiusitas ditentukan dengan pemeriksaan HbeAg. Bila HbeAg positif, berarti terdapat cukup banyak banyak virus yang membelah diri secara aktif dalam tubuh, menandakan pasien masih potensial menularkannya pada orang lain.

Derajat infeksi juga ditentukan oleh pemeriksaan HBV DNA. HBV DNA merupakan pemeriksaan untuk mengetahui secara pasti jumlah virus hidup dalam tubuh.

KONSULTASI RUTIN ke DOKTER

Pemeriksaan rutin sangat penting untuk memonitor fungsi hati dan perjalanan penyakit. Perubahan fungsi hati atau perjalanan penyakit sangat penting untuk dideteksi secara dini demi pilihan pengobatan berikutnya.

Jadwalkan konsultas secara teratur, misalnya 6 bulan sekali, dengan dokter spesialis penyakit dalam (internist) atau ahli penyakit hati dan saluran cerna (hepatologist/gastroenterologist). Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memantau kondisi kesehatan anda, misalnya pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah (tes fungsi hati seperti AST, ALT, alpha-feto protein dan petanda HBV) atau USG hepar.

TERAPI HEPATITIS

Pengobatan hepatitis B mengalami kemajuan pesat dengan ditemukannya obat-obat baru seperti Interferon alfa (injeksi beberapa kali seminggu) dan Lamivudine (tablet). Meskipun belum dapat menjamin pembersihan virus secara sempurna, obat-obat ini dapat mengurangi resiko progresifitas penyakit. Dengan beberapa jenis obat yang masih dalam tahap uji coba klinis, terdapat harapan besar untuk penyembuhan hepatitis B kronik secara sempurna di masa depan.

DIIT dan ALKOHOL

Alkohol, walaupun dalam jumlah kecil, berbahaya bagi penderita hepatitis B kronis, karena alkohol menyebabkan kerusakan yang lebih parah pada hati yang sudah sakit. Hindari alkohol untuk mengurangi resiko progresifitas penyakit.

Konsumsilah makanan segar dan bergizi, rendah lemak, rendah kolesterol dan kaya serat, serta tidak tidak mengandung zat-zat kimia seperti pemanis, pewarna atau pengawet buatan. Kurangi makanan produk olahan pabrik, seperti makanan kaleng. Hindari makan daging setengah matang.

Meskipun tidak ada diit spesifik untuk penderita hepatitis B kronis, diketahui bahwa sayur berwarna hijau dan kuning, seperti brokoli dan kembang kol, kaya akan antioksidan sehingga baik untuk hati.

LINDUNGI ORANG-ORANG yang ANDA KASIHI

Pastikan keluarga anda mendapatkan vaksinasi hepatitits B. Tindakan vaksinasi cukup efektif untuk mencegah infeksi HBV

Hepatitis B menular melalui darah atau produk darah. Bila ada bagian tubuh yang terluka, tutup luka dengan baik. Anda tidak perlu mendonorkan darah atau organ tubuh.

Lakukan perlindungan dengan kondom bila pasangan anda belum mendapatkan imunisasi Hepatitits B

Saat menstruasi, buanglah pembalut dengan mencucinya lebih dahulu, jika perlu tuangilah dengan larutan antiseptik

Jangan menggunakan barang-barang pribadi seperti sikat gigi, pemotong kuku, anting-anting, peralatan cukur atau jarum bersama-sama, karena barang-barang tersebut potensial tercemar darah anda. Letakkan barang-barang tersebut terpisah.

Untuk membersihkan barang-barang anda yang kemungkinan tercemar darah, gunakan cairan antiseptik.

HAL-HAL KHUSUS yang HARUS DIPERHATIKAN

Untuk pengidap Hepatitis B kronis yang sedang hamil, pastikan untuk melindungi bayi anda dengan memberikan vaksinasi Hepatitits B atau HBV immunoglobulin (HBIG) segera setelah dilahirkan. Tindakan ini cukup efektif (90%) untuk mencegah penularan Hepatitits B kepada bayi anda selama proses persalinan.

Sebagian besar obat dinetralkan di hati, oleh karena itu, hindari konsumsi obat sembarangan. Sampaikan kepada dokter anda bahwa anda menderita Hepatitits B, sehingga dokter akan memberikan obat yang tidak membebani hati anda.

Berhati-hatilah mengkonsumsi produk suplemen makanan atau herbal (jamu-jamuan), karena reaksi produk tersebut pada tiap individu dapat berbeda-beda. Selalu konsultasikan pada dokter anda sebelum anda mengkonsumsinya.

Hindarkan menghirup uap cat, pengencer cat dan produk-produk pembersih karena mengandung phenol dan benzene yang berbahaya untuk hati.

BAGI ANDA yang BELUM TERKENA

Bila terdapat anggota keluarga yang menderita hepatitis B, lakukan pemeriksaan HbsAg untuk mengetahui apakah anda tertular hepatitis B atau tidak.

Bila HbsAg anda negatif, lakukan pemeriksaan anti HBs untuk mengetahui apakah anda sudah memiliki kekebalan terhadap hepatitis B atau belum. Bila kadar HBs negatif atau <10 mlU/mL, lakukan vaksinasi hepatitis B

Bila kadar anti HBs 11 – 100 mlU/mL, berarti anda telah memiliki kekebalan terhadap hepatitis B. Lkukan pemeriksaan antiHBs secara berkala sesuai anjuran

Paket Hati

  1. Pemeriksaan fisik
  2. Pemeriksaan laboratorium – Tes Fungsi Hati (SGOT, SGPT, Bilirubin, Protein Total, Albumin, Globulin, CHE, HbsAg, AFP serta HbeAg dan HBV DNA jika diperlukan)
  3. USG Hepar
  4. Pemeriksaan Anti HBs
  5. Vaksinasi Hepatitis B

Untuk mendapatkan Leaflet diatas yang siap cetak dan full animasi, Silahkan download LEAFLET HEPATITIS B


FacebookTweetGoogle+
◄Newer PostHomeOlder Post►
Δ